Apr 27 2017

Keterampilan Sosial itu memang penting

Published by at 4:35 am under Cyber Psychology,Life Skills,Working Paper

Jauh sebelum tahun 2000-an atau tepatnya 1993, saya melakukan riset tentang keterampilan sosial. Sebuah variabel yang banyak menjadi kendala bagi sebagian remaja dalam menjalin hubungan interpersonal. Bukan hal yang muluk tetapi amat nyata, jika saya katakan masih cukup banyak remaja kita yang mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan sosial dengan orang-orang di sekitarnya.

Orang bilang, keteratrikan terhadap topik seringkali mempunyai relevansi dengan permasalahan pribadi yang dihadapi. Saya tidak mempunyai alasan yang kuat untuk menolak. Bagaimana tidak dapat dilupakan betapa berat melalui masa-masa remaja dengan berbagai ragam karatkter teman-teman sebaya.

‘Kepingin berkenalan namun takut bagaimana jika ia menolak saya’.
‘Kepingin gabung berkelompok namun ragu apakah saya bisa melebur dengan mereka’.
‘Ingin mengungkapkan pendapat seakan ada yang bertanya tentang kualitas pertanyaan yang akan saya ajukan’.

Itulah kunci dari dibutuhkannya keterampilan sosial.
Keterampilan yang menghantarkan seseorang terhubung dengan rekan lainnya. Keterampilan yang mengisi kekosongan tatkala hening mencekam keberadaan saya di dalam kelompok. Keterampilan yang mempermanis olah kata yang dirangkai berhadapan dengan orang lain. Keterampilan yang menambah kualitas tampilan presentasi di muka publik.

Apakah keterampilan sosial hanya dibutuhkan ketika berhubungan dengan orang lain secara tatap muka saja?
Apakah keterampilan sosial itu hanya dibutuhkan tatkala seseorang berhadapan dengan orang lain?
Ketika era teknologi itu sudah merasuk ke dalam kerumunan masyarakat, ketika waktu-waktu kosong menggoda seseorang untuk bermain solitaire. Bagaimana jika game online menjadi begitu mengasikkan daripada menjalin hubungan interpersonal, apakah keterampilan sosial ini menjadi penting?

Indah Nugraini, salah satu mahasiswa S1 bimbingan saya menemukan bahwa Keterampilan Sosial itu mampu mempertahankan kondisi sejahtera psikologis. Menarik? Silah baca di Jurnal Psikologi edisi 43, nomor 3 2016.

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply