Dec 24 2016

Game Internet dan Adiksi, Kontrol dirikah solusinya?

Published by at 10:17 am under Courses

Tulisan ini sebagian dari chapter buku Psikologi untuk Indonesia Tangguh dan Bahagia, yang diterbitkan Gadjah Mada University Press.

psikologi-untuk-indonesia-tangguh-dan-bahagia-500x500

Malam bunda..
mau curhat nii.. sedang galau berat, kesel, bete banget suamiku
kecanduan game online…
sampe aku kurang di perhatiin.. lagi sakit juga cuek otaknya trus ke game..
gamee melulu yg diperhatiin.. istrinya gak..
aku bingung bund harus gimana.. udah gitu ngerokoknya kuat banget bunda..
jadi stress ngliatnya..

Sumber: ibuhamil.com (16 April 2015)

 

Pengantar

Bermain game apalagi game internet memang mengasikkan. Ragam aktivitas diperoleh ketika berada di lingkungan virtual umumnya memberi pengalaman petualang, kompetisi, hadiah merupakan penarik dari sebuah game. Dalam game internet, pemain bahkan dapat membangun relasi dengan rekan dari berbagai antero dunia. Lebih dari itu, kompetisi yang dilakukan di dalam bermain game internet menawarkan hadiah yang menggiurkan, baik berupa uang, kenaikan level, maupun pengakuan dari rekan sesama pemain game internet. Berbagai pengalaman yang umumnya bersifat emosional diperoleh seorang pemain game internet ketika berinteraksi dengan rekan bermainnya. Mereka saling mendukung sekaligus berkompetisi, mereka saling terbuka walau mereka juga mempunyai kewenangan untuk memilih informasi mana yang akan dibagikan kepada siapa.

‘Dunia ada di ujung jemari’ begitulah fakta yang dialami seorang pengguna internet khususnya pemain game. Selama bermain, mereka seakan mempunyai keleluasaan dalam mengonstruksi karakter rekan-rekan yang bermain dengannya sesuai dengan yang mereka inginkan. Pada saat ini karakter itu masuk ke dalam kehidupan intrapsikis mereka sehingga mereka mengonstruk rekan bermainnya sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Dalam keadaan seperti ini, para pemain game internet memperoleh rasa nyaman karena mereka terbebas dari kewajiban sosial, termasuk berinteraksi dengan istri yang sedang sakit, dan mereka terbebas dari penilaian sosial yang selama ini mereka rasakan. Ketika para pemain berada di dalam lingkungan permainannya, mereka melakukan apa yang sebetulnya tidak mereka setujui seperti misalnya mengabaikan istri yang sedang sakit. Pada saat berada dalam lingkungan permainannya, mereka seakan kehilangan kontrol atas dirinya sendiri sehingga melakukan hanya yang mereka inginkan saat itu yaitu bermain game internet.

curhat_anak_8-tahun

Gambar di atas yang dicuplik dari sebuah laman facebook seorang dokter memuat curahan hati seorang anak berusia 6 tahun yang menyaksikan ayahnya berang ketika diingatkan oleh ibunya karena terlalu banyak menghabiskan waktu bermain game Castle of Clan, yang banyak dikenal dengan COC (baca=se-o-se). Sosial media banyak memberitakan betapa COC ini membius para lelaki pemain game internet sehingga tega menghindar dari tanggung jawab terhadap keluarganya. Tulisan ini tidak akan membahas tentang ragam game internet namun lebih ke proses psikologis yang dialami oleh seorang pemain game internet sehingga mengalami adiksi. Di bagian akhir dari tulisan ini akan diajukan beberapa usulan yang mugkin perlu ditanamkan kepada para generasi muda agar dapat lebih mampu melakukan control terhadap pilihan mereka sendiri.

Internet, akhir atau awal dari suatu permasalahan?
Game Internet, hiburan yang memabukkan
Game internet dan adiksi
Kontrol diri dan adiksi game internet
Penutup, usulan bagi penelitian dan praktek psikologi

Silahkan unduh tulisan chapter di bawah ini dan sitasi tulisan ini adalah sbb:

Ramdhani, N. (2016). Game Internet dan Adiksi, Kontrol dirikah solusinya? Dalam N. Ramdhani, S. Wimbarti, & Y.F. Susetyo. Psikologi untuk Indoensia Tangguh dan Bahagia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. hal.: 46-65.

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply