Nov 05 2015

Literasi Digital

Published by at 2:07 pm under Blogroll,Cyber Psychology

Awalnya agak janggal saya menuliskan judul ini. Kata literasi selama ini saya kenal bila digandengkan dengan huruf yan digandeng menjadi kata sedemikian rupa mempunyai makna. Literasi juga digunakan ketika saya ingin menggambarkan seorang yang mempunyai kemampuan sebuah bahasa. Yang satu ini? Literasi digandeng dengan digital, ya tentu saja akan berkaitan dengan teknologi digital. Mengapa teknologi ini pun digandeng dengan literasi?

Era teknologi informasi sudah tidak dapat dihambat lagi. Inovasi dan penerapannya ke dalam berbagai lini aktivitas kehidupan manusia seakan angin segar yang berhembus merasuk ke dalam setiap ruang yang dapat disapanya. Jika beberapa tahun lalu, di kala saya masih muda belia, saya mempunyai hobi sahabat pena. Surat ditulis kemudian dimasukkan ke dalam amplop dibawa ke kantor pos untuk dibelikan perangko dan dibawa oleh petugas pos ke alamat tujuan..  Sekarang surat berperangko nyaris punah diganti surat elektronik atau pesan singkat melalui mobile phone. Sahabat pena saya masih menjadi sahabat sampai sekarang. Kami tidak lagi bertulis pesan di atas lembar kertas indah warna merah jingga melainkan email dan sms.

Revolusi teknologi informasi ini tentu saja amat menguntungkan bagi sebagian insan di negeri ini. Pun sebaliknya media menyiarkan berbagai peristiwa sedih mengenaskan sebagai dampak buruk dari TI ini..  ‘Remaja pergi meninggalkan rumah dengan rekan facebooknya’..ahaaa judul manis bak pisang goreng telah meningkatkan oplah media ini. Kisahnya memang nyata apalagi disusul peristiwa berikut ”seorang ibu tertipu jutaan rupiah setelah chating dengan rekan facebooknya’..  ‘Murid SLTA di skors pihak sekolah karena telah menghina gurunya’. Halaah kok jadi begini ya? Ditambah lagi dengan ‘pemukulan wasit sepak bola pasca penulisan status seorang tentang wasit tersebut’..

Mengapa demikian?
Teknologi infomasi yang bermerger dengan media komunikasi telah menjadikan manusia sebagai pengguna tak terkendai. Tak pelak lagi, berita dan status seseorang dituliskan dengan sangat gamblang. Seringkai tanpa sempat memperhitungkan resiko pasca pemberitaan tersebut. Setiap orang jadi penulis, setiap orang dapat menyebarluaskan tulisannya. Dampak positif tentu saja ada namun negatif juga tak kurang.

Di sinilah urgensinya Literasi Digital. (bersambung)

 

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply