Aug 25 2008

Sandwich

Published by at 1:19 am under Leisure

Kamis minggu lalu, saya dan teman-teman diundang untuk suatu pertemuan. Hadirin adalah para penerima beasiswa program sandwich-like yang didanai Dikti. Waktu berangkat menuju ke ruangan pertemuan, seorang teman bertanya ‘apa toh program sandwich itu?’. Saya serta merta bengong, sambil berpikir apa yah??

Sandwich yang saya kenal selama ini adalah dua potong roti tanpa rasa yang di tengah-tenagh nya ada sesuatu isi yang biasanya memberi rasa bagi roti tersebut. Tapi program sandwich, apakah itu?

Penasaran, saya buka wiki untuk mencari tahu apakah sandwich itu. Ini kebiasaan klasik yang sellau saya lakukan tiap kali menemui kesulitan menelusur mengenai suatu hal. Dan silahkan dilihat hasilnya di halaman ini yang menampilakan hal ihwal sandwich.

Aku senyum sendiri dibuatnya. lha makanan yang ditampilkan dengan penuh cita rasa. Lantas, bagaimana dengan beasiswa ini? apakah artinya penerima beasiswa ini akan setiap hari belajar, membuat, dan makan sandwich?

Program sandwich biasanya diselenggarakan atas kerjasama dua institusi. Hal ini dilukiskan dengan adanya dua belah roti tawar yang disajikan sebagai alas dan penutup dari sandwich itu. Nah apakah isi sandwich yang nampak di gambar sebagai lebih menarik dibandingkan dengan roti tawarnya? Kalau sandwich beneran isinya jam atau selai, bisa daging, bisanya telur, ada lagi yang menyajikan dengan ikan tuna. Nah memang isi sandwich ini lebih meanrik, lebih enak, dan mungkin lebih melengkapi gizi si roti tawar tadi.

Lantas, artinya program sandwich yang diberikan itu berarti memberikan sesuatu yang lebih menarik, lebih bermutu, dan melengkapi program pendidikan di universitas asal? eh betul gak ya?? wah betul juga ya…

4 responses so far

4 Responses to “Sandwich”

  1. titison 25 Aug 2008 at 9:53 pm

    menarik bu pembicaraan tentang program sandwich…
    jadi ingat dengan teman saya, dia program sandwich Biomed Engineering, tapi institusinya lebih dari satu, di Indonesia sendiri ada 2 institusi yang menaungi, di luar negeri ada 2 atau 3 institusi, kalau mengikuti filosofi “roti sandwich”, berarti programnya tidak bisa disebut program sandwich ya? atau memang memungkinkan program sandwich itu bisa lebih dari dua universitas?

  2. neilaon 26 Aug 2008 at 12:53 am

    Pak Titis, yuk coba kita analisis apa saja yah yang dapat dijadikan ingredient dari sandwich kemudian dianalogikan dengan menu program studi di PT… he he..

    Kalao temannya pak Titis punya 2 institusi dalam negeri berarti roti tawarnya mengandung dua rasa. Sedangkan jika institusi luar negerinya ada 3 berarti mungkin ada beef slice, chicken nugget, dan egg. Sedangkan tomatto dan cucumber adalah pikniknya.. he he he

  3. titaon 22 Sep 2008 at 12:32 am

    Waah.. blog-nya asik deh Bu…
    Hmm, sandwich beda restaurant , beda isi pula kan..?
    Nah… metode menempuh pendidikan secara sandwich beda uni beda sistem pula, sepertinya.
    Jangankan beda uni, beda department aja juga beda kok….

  4. Neilaon 22 Sep 2008 at 12:35 pm

    ya betul bu tita,

    Tadi waktu lunch time saya coba mencermati jejeran sandwich yang ditawarkan. Ada pake tuna, turkey, beef, egg. Ada juga yang dikasih cheese, sayuran timun, tomat, dan itu daun letuce. ada lagi yang rotinya gak cuma dua (yang di Madura dikenal dengan nama bread-jam-bread dibaca bret jem bret ta’ ye…) tapi tiga potong sehingga mereka kasih nama Jumbo (he he)..

    Mengenai isi? Jelas sandwich ini berbeda sesuai dengan selara. Artinya untuk program sandwich, isinya akan sangat tergantung kreativitas dan kesungguhan niat si mahasiswa. Jika dia pandai memanfaatkan waktu dan network mereka tidak hanya akan ketemu satu profesor bahkan bisa lebih. Gak cuma do reading dan seating in tapi juga presenting … wah sandwich ku pake mayonaise, ada cheese, ada juga beef, cucumber, tomatto, ma letuce.. makannya ditambah souce sambel biar enakkkk

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply