Aug 09 2008

Kenapa anda menggunakan email?

Published by at 4:15 am under Opinion

Sudah beberapa hari terakhir saya gak sempat buka email karena sedang berada jauh dari peradaban internet. Alhasil, mudah ditebak… kebanjiran posting email. dari beberapa milist yang saya ikuti. Betul-betul banjir. Sampe gak cukup jam kerja saya untuk membacanya semua.

Dari usaha nyicil baca-baca email satu per satu, ada hal yang mulai mengganggu pikiran saya selama ini dan akhir-akhir ini semakin kuat untuk menuntut jawaban:

ada orang yang sangat rajin menulis dan mengirim email. Mereka menuliskan pendapatnya bahkan sampai beberapa kali dalam sehari dikirim ke milist, tetapi sebaliknya ada juga yang hanya sesekali, dan ada juga yang tidak pernah sama sekali. Apa ya, yang menjadi alasan orang tersebut berperilaku demikian? Bagi anda yang sering menulis email, apa yang anda yakini mengenai email ini sehingga anda senang menggunakannya? bagi yang hanya sesekali, dan juga bagi yang hampir tidak pernah menulis email, mengapa demikian?

Share dong pengalaman anda, trims.

12 responses so far

12 Responses to “Kenapa anda menggunakan email?”

  1. danteon 09 Aug 2008 at 5:18 am

    Asyiik pertamax…!!
    Hi Mbak Nella, urun rembug ya tentang perilaku berinternet. Meski sedih mengakuinya, beragam media komunikasi elektronik lainnya (instan messaging, social networks, blog, teleconference, sms dan phone dsb) telah mendominasi separuh dari waktu hidup saya dan “membunuh” interaksi sosial alami. Terutama dua tahun belakangan ini. Saya sering kangen hawa kemewahan percakapan langsung ala angkringan Lek Man atau ala Nero Coffe misalnya.

    Dalam sehari rata rata penggunaan internet mencapai rata rata 10 jam, dengan ururtan penggunaan terbanyak sbb (1)email (2) informasi/news/journals,(3) IM/social networking sejensi FB or FS, (4) IM/chat dan (5) hiburan youtube atau imediabiz dsb. Tiap bangun pagi yg pertama saya tuju pastilah inbox atau web. Kadang saya mikir Google telah menggantikan God :)–meski mgkn benar karena Google lebih sering memberikan jawaban lebih cepat atas permintaan kita dibanding God:P

    Khusus email, saat ini saya anggota dari 10 milis dan aktif (menulis/berpendapat) di 5 diantaranya, sisanya menjadi pembaca pasif. Mengapa email?
    1. Alasan ekonomis
    Meski sebenarnya tak bisa dikatakan murah perangkat teknologinya (modem, router, bayar langganan, laptop etc) namun dibanding perolehan “material dan emosional” yang saya dapat balik, menjadikan teknologi ini “ramah kantong”.

    2.Cepat , tepat sasaran dan jangkauan luas
    Pesan dapat tersampaikan dengan cepat,dan kalaupun ada kegagalan segera bisa kita ketahui. Juga bisa menjangkau ribuan orang dengan “one klik”. Sangat cocok untuk membuat “cyber social movements/cause”.

    3. Menyampaikan gagasan lewat email, memberikan rasa aman dan lebih terkontrol dibanding ngomong langsung. Memberi kesempatan untuk berpikir dulu, edit dsb sehingga tidak “asal bicara”.

    4. Anonimity. Lewat email, saya bisa menggunakan puluhan ID yang berbeda. Ini menguntungkan kalau lagi pengen bikin intrik atau membuat gaduh milis . Jarang yang mau ngecek sampai IP addressnya 🙂

    Sudah dulu Mbak Nei, sorry sangat panjang, semoga manfaat dan ingin baca juga pendapat kawan lainnya….

    salam
    dante

  2. Astution 09 Aug 2008 at 7:40 am

    Jawaban saya: Tidak tentu. Bisa 1 kali, 2 kali, berkali-kali. Tergantung kebutuhan pekerjaan. kalau saya sedang ada pekerjaan yang mengharuskan saya berada didepan komputer (mis membuat bahan mengajar, membuat laporan dsb), biasanya otomatis langsung menyambung ke internet, dan sekalian check email. dari frekuensi hanya dihitung 1 kali, tapi bisa berjam-jam (bahkan bisa seharian)..
    Penggunaan email tidak tergantung apa saya sedang “dihutan”, dirumah, dikantor, rapat dengan klien, dijalan, di bandara, dst. kalau sedang butuh ya saya buka email. terutama untuk kirim bahan, download dsb. yang penting ada sinyal.. thanks to technology sehingga saya bisa buka email dimanapun, kapanpun..
    kalau sedang sibuk, saya hanya buka, tidak jawab email. jawab hanya yang penting (terutama yang menyangkut kerjaan). kalau lagi sempat (seperti sekarang, lagi pusing sama kerjaan) saya jawab email (untuk selingan) .. he3x
    Jadi, singkat kata, jawabnya TIDAK TENTU, TERGANTUNG…

    Alasan: mudah dan yang pasti murah (yang ini relatif karena saya pake paket langganan menggunakan modem 3G sehingga bisa mobile kemanapun dimanapun bisa digunakan, dan perhitungan harganya tidak tergantung pada lama waktu penggunaan, tetapi jumlah memory)

  3. Imanon 09 Aug 2008 at 11:53 pm

    Saya saat ini terhubung dengan internet maksimal 2 kali. Setiap kali terhubung, saya bisa berkali2 buka email. Karena punya 3 account, dan 2 diantaranya sangat aktif. Saat ini saya lebih memakai internet untk email dan berkomunikasi untuk pekerjaan. Browsing2 dan cari infomasi sisanya. Butuh waktu 2 jam untuk saya hanya untuk membaca, menjawab, dan memberi komentar email.

    Saya hanya tahan untuk tidak terhubung dengan internet, maksimal 1 hari. Jelas ini adalah gejala adiksi. HEhe…

  4. Prastowoon 10 Aug 2008 at 12:33 am

    Buat saya, email merupakan salah satu bagian dari cara komunikasi tertulis sehari-hari; mirip SMS. Artinya, saya gunakan email manakala harus mengirimkan pesan tertulis yang terlalu besar untuk dikirim lewat SMS. Selain bisa mengirimkan pesan jauh lebih besar dari SMS, email gratis! Gila nggak? Padahal selama ini kita rela keluar uang 300 rupiah untuk pesat sebatas 160 huruf. Kalau ditanya berapakali menggunakan email dalam sehari bingung juga jawabnya. Mungkin pertanyaannya mesti diganti dengan berapa rata-rata email diterima dan berapa rata-rata email dikirim tiap harinya. Pertanyaan lebih lanjut, berapa banyak email personal diterima? Berapa banyak pesan mailing-list diterima? Lebih lanjut lagi, berapa persen pesan mailing-list dibaca sepenuhnya? Dari sekian mail yang ditulis, berapa persen terkirim ke mailing-list?

  5. Neilaon 10 Aug 2008 at 9:21 am

    Jeng Dante, Ibu Astuti, Om Iman, dan Pak Bambang,

    Thank untuk share nya. Mohon ijin untuk menggunakan data tersebut untuk preliminary research yah. Wah share anda luar biasa usefull.

  6. Mundingon 10 Aug 2008 at 9:50 pm

    Bu Nei….

    Email…..memang bisa jadi sarana komunikasi yg cepat, super murah dll. Untuk para perantau yg jauh dari keluarga, berinternet ria, termasuk kirim2 email or YM-an memang jadi sarana hiburan, juga senjata yang tetap untuk “kill the time”, apalagi if home sick sudah mulai menyerang…..asyik dech…berinternet ria. Tapi repotnya nih, yg lagi sibuk dgn kegiatan2 akademisi (bikin thesis or report misalnya) kadang2 waktu banyak tersita “ngak sengaja” untuk buka2 dan beremail2 ria….

    By the way, di timbang2 tetap banyak positifnya kok, tergantung kita aja, managenya, apa lagi kalau punya dosen pembimbing yg sering “bepergian”, dengan ada email kan…komunikasi tetap lancar (asal sempat buka dan baca ya bu Nei). Matur nuwun

  7. boedon 10 Aug 2008 at 10:20 pm

    Bu Nei,

    Saya sendiri termasuk pemakai intensif email dan internet-based communication tools lainnya. Saya berlangganan milist sekitar 5, menulis di blog, YM selalu aktif, punya Friendster, Flickr, dll. Mudah-mudahan belum termasuk golongan geeky 🙂

    Saya amati rutinitas pribadi saya, memang tiada hari tanpa email – terutama saat sekarang ini saya di Singapura.

    #1
    Saya merasa bahwa email membuat Djokja-Singapura serasa dekat. Saya bisa tetap keep-in-touch dengan rekan2 di Djokja dan juga rekan-rekan di manapun dengan nyaris tanpa ada biaya.

    Yg agak aneh, jika saya sedang on-leave di Djokja, saya bisa hidup tanpa email selama 2 Minggu dan I am happy with that 🙂

    #2
    Selain itu, saya masih bisa kontak dengan teman2 SMA, teman kuliah, teman sesama bidang profesi Teknik Industri dan lain-lain.

    #3
    Di milist, salah satu yg bisa saya dapatkan adalah pemikiran egaliter, tak mengenal senior-junior. Tak mengenal direktur-supervisor, tak mengenal dosen-mahasiswa, dst. Saya bisa share pendapat saya yg masih terbatas ini tanpa terhalang birokrasi, tata krama yg berlebih dsb.

    #4
    Untuk waktu dekat ini saya belum berencana memiliki handheld seperti Blueberry, yg bisa bikin orang online 24/7/365. Terlalu ngeri. Di Singapura sini, mencari hotspot gratis sangat mudah, di restoran, kampus, library bahkan di dalam bus. Jadi untuk saya lebih baik menahan diri untuk tidak punya handheld semacam itu.

    #5
    Di Singapore, sudah muncul satu kecenderungan yg sifatnya negatif terkait dengan teknologi komunikasi. Sebagian sudah amat sangat tergantung ke teknologi informasi dalam berkomunikasi. Dalam sebuah artikel disebutkan bagaimana co-ce SIN cetak cetik via sms padahal mereka duduk jejer, misal di kereta.

  8. Iimon 11 Aug 2008 at 9:19 am

    Bu Neila,
    Saya menggunakan email untuk hari2 normal di jogja minimal 3 x sehari. Artinya bisa lebih dari 3 x sehari apalagi bila bnyak pekerjaan yg harus memakai internet dan email. Karena link pekerjaan tidak hanya UGM lingkupnya akan tetapi juga Dikti dan reviewers seluruh Indonesia, dan sekarang sedang ada proyek dengan Jerman, maka tidak bisa tidak harus selalu buka email dg freq spt itu. Bila sedang di luar kota saya memakai modem HSDPA dr Indosat sehingga tdk terputus komunikasi. saya rasa agak mahal sih abonemennya, tapi selama hampir 1 tahun ini tdk ada masalah jadi ya terus aja.

    Saya tidak selalu merespon email (mailist) yang ombyokan, sebab dari pengalaman saya pakai email ombyokan tsb sering salah sambung, tidak in-tune dengan maksud awak. Bahkan malah arahnya bisa melenceng. Hal ini ternyata juga dirasakan teman2 se kampus manakala saya beberapa hari lalu ngobrol darat dengan mereka. Bahkan kami tengarai, kadang2 hubungan interpersonal jadi renggang karena kesalahfahaman tulisan di mailist yang memang kering emosi.

    Gitu, bu sekelumit pemikiran saya. Semoga bermanfaat.

    Adios,
    iim

  9. titison 12 Aug 2008 at 7:42 am

    menarik sekali bu isi blognya, membuat saya jadi berfikir, kenapa ya kok saya bisa punya email… bahkan sesampai di jepang kemarin, bikin email bisa dua sekaligus, email kampus, untuk komunikasi internal dalam lab, dan email handphone untuk sms antar operator. saya sendiri sebenarnya tipikal orang yang malas ngetik email panjang kali lebar, kecuali kalau email tersebut menurut saya penting, tapi… yah… rasanya ketika buka internet tanpa mengecek email serasa tidak nyaman…
    tapi kalau dipikir, ada untungnya juga saya punya email, setidaknya seperti kata pak budi, Jepang-Jakarta jadi terasa dekat dengan adanya email (meskipun sebenarnya account email lebih banyak saya gunakan sebagai sarana chatting saja).
    Selain itu selama ini ada banyak manfaat yang bisa saya ambil dengan adanya email, salah satunya adalah saya bisa mendapatkan supervisor untuk mendukung niatan saya untuk studi lanjut, bayangkan kalau tidak ada email, bagaimana saya bisa menghubungi professor jepang dari jogja…, kedua email menjadi sarana untuk e-shopping, karena transaksi banyak dilakukan melalui email, meskipun kadang juga sebel karena seringnya malah dapat email iklan dari e-store yang saya bertransaksi di dalamnya.

  10. Poeron 18 Dec 2008 at 11:19 pm

    komentar awal saya bukan persoalan menarik atau tidaknya blog, akan tetapi terkait dengan relevansi, penting/perlu, bermanfaat atau tidaknya blog atau web itu bagi “kepentingan” saya terutama sesuai dengan bidang saya. saya mengakses internet biasanya untuk mencari artikel, buku (e-book) dan bahan-2 yang saya perlukan atau kontak dengan orang yang memang ada kaitannya dengan bidang tugas yang diembannya. banyak orang, terutama kawula muda yang berlama-lama didepan laptop di area WiFi yang bebas atau di warnet untuk melakukan chatting atau mengakses web yang kadang kala dilakukan secara spontan tanpa ada rencana yang jelas. mereka hanya ingin dikatakan tidak ketinggalan jaman, dianggap tidak gaul atau jadul atau dinilai modern dan prestisius. bagi saya kalau itu adalah menjadi bagian dari bidang yang menjadi minatnya, maka mengakses dan menggunakan internet menjadi perlu dan wajib untuk dilakukan, karena memang sudah ada perencanaan bahkan alokasi waktunyapun juga sudah disusun.
    Saya menggunakan e-mail untuk keperluan yang pokok dan penting saja, karena banyak e-mail yang masuk, misalnya untuk kenalan, gabung dalam web dsb. yang jika dituruti lebih banyak menghabiskan waktu tapi juga tidak nyambung dengan kepentingan dan tugas saya, tapi kalau sudah berkaitan dengan kebutuhan saya, misal salah satunya mengakses e-book (nap.edu, dll.) dan banyak yang nyambung dengan keperluan saya, bisa jadi berjam-jam saya lakukan.

    Salam saya untuk mbak Neila.

  11. ikaon 22 Mar 2009 at 6:31 am

    email bagi saya… memudahkan cara krim surat klo dulukan hr ke kantor pos tuk krim surat sekarang sambil kerja jg bisa krim email ke temen2 yg ga bisa saya jangkau

  12. Lanazalia.blogspot.comon 21 Aug 2014 at 7:36 am

    bagus postingannya

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply