Jul 31 2011

Pesan Ramadhan tahun ini

Published by at 10:09 am under Courses

Ada dua perubahan besar pada bulan Ramadhan 2011.

Pertama, ini Ramadhan pertama yang akan kami sekeluarga lalui tanpa kehadiran (alm) Ayahanda H. Manusin Abubakar. Beliau telah mendahului menghadap sang Khalik pada 7 Mei 2011 lalu. Walau saya yakin beliau sudah tenang di alam sana, masih saja terasa kerinduan yang menyesak untuk dapat kembali mendengarkan suara serak yang secara rutin kudengar di telpon…. Semoga Ayahanda khusnul khotimah..

Kedua, pada Ramadhan tahun ini ananda Nevi Ayu Envirani akan lebih banyak melaluinya di kota Bandung. Dia mendapatkan rezeki diterima kuliah di Fakultas Teknik Industri ITB. Perguruan tinggi yang sudah diidam-idamkannya. Walaupun tidak seluruh bulan akan dilalui secara terpisah, namun rasanya perubahan ini sedikit banyak membuat saya enggan. Kalau biasanya, selalu ingin menyediakan makanan kesukaannya untuk sahur maupunh berbuka puasa. Sekarang kok rasanya agak enggan ya… Mau masak enak, eee membayangkan apa ya yang dimakan anakku di sana?

Yaaaaa inilah hidup…. terus bergerak…berubah… Insya Allah menuju kebaikan bagi semua…

“Nikmati sajalah”, itulah yang sering kudengar batinku berbicara. Kalau sudah begini, biasanya tangan saya secara reflek meraih ha-pe yang semakin sering berbunyi. Siapa tahu sms dari Nevi, siapa tahu dia akan cerita mengenai kamar kos yang baru itu, siapa tahu dia membutuhkan saya untuk sekedar bercerita.

SMS menjelang Ramdhan… itu lagi yang kuterima. Apapun perubahan yang terjadi, uniknya pesan Ramadhan yang sudah menjadi tren positif semenjak beberapa tahun belakang tetap menjadi hiburan tersendiri. Sudah semenjak seminggu belakangan, ha-pe saya mulai sibuk kemasukan pesan-pesan Ramdhan. Indah rasanya mendapat sapaan dari sanak keluarag, teman-teman, dan rekan kerja yang beberapa di antaranya tidak bertegur sapa karena berbagai alasan. Pesan yang saya terima pun bermacam nuansanya. Ada yang lucu, ada yang mengharukan, dan ada yang menyadarkan saya betapa lama terlalu sibuk dengan hal-hal yang bersifat keduniaan.

Saya kutipkan pesan yang saya terima dari Paman Anshori dari Sungai Pinang, Sum-Sel:

Si Rahma pandai melompat,
sambil melompat makan ketupat..
Jabat tangan kita tidak sempat,
mau telpon pulsa sekarat.
Karena Ramadhan semakin dekat,
mohon maaf dunia akherat.
Selamat menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh iman dan kedamaian di hati
Marhaban ya Ramadhan.

Saya senyum sendiri membacanya.. Indah, lucu, dan mengena.

Ada juga pesan yang menyadarkan, secara khusus saya terima dari dosen pembimbing KKN saya enam belas tahun lalu, Bapak Prof. marchaban.Cona deh kita simak pesannya:

Doa Jibril di bulan Sya’ban:
Ya Allah, abaikan puasa umat Muhammad apabila memasuki Ramdhan, dia beluam:
1. Mohon ma’af kepada orang tua
2. Berma’afan antara suami istri
3. Berma’afan dengan keluarga, kerabat, tetangga.
Do’a Jibril itu diamini Rosulullah sampai tiga kali.
Karena itu, saya dan keluarga mohon maaf atas segala kesalahan lahir dan bathin. Selamat menunaikan ibadah puasa semoga kita dimasukkan golongan orang yang bertaqwa. Amin…

Beliau ini amat rajin mengirim ucapan selamat. Dalam setahun setidaknya saya menerima tiga kali ucapan, yaitu waktu ulang tahun, menjelang puasa, dan iedul fitri. Kadang saya jadi sungkan sendiri, lha pasti keduluan beliau mengirim ucapan ini. Masih banyak pesan-pesan Ramadhan lainnya yang saya terima, agak sulit menuliskannya satu per satu di sini.

Terima kasih Pamanda Anshori, Bapak Prof. Marchaban, dan juga banyaka sekali teman-teman lainnya yang mengirimkan pesan dan ucapan Ramadhan.. Semoga kita semua termasuk umat yang diberi keutamaan agar kuat menjalani ibadah puasa ini…

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply