Oct 26 2013

Mulut, kata-kata, dan harimau

Published by at 7:47 am under Life Skills

‘Aji ne diri ono ing lathi’

Pepatah ini saya baca di perempatan ring road utara atau tepatnya di dekat apotik Kentungan sebelah selatan jalan.. Sudah lama saya membaca itu, dan sesungguhnya spanduk itu dibuat untuk iklan sebuah rumah mode, karena di bawahnya ada lanjutannya yaitu ‘aji ne saliro ono ing busono’. Apa makna kata-kata tersebut?

Sebagai seorang kelahiran dan hidup besar di Sumatera, saya tidak begitu pandai berbahasa Jawa. Namun dari hasil tanya-tanya sana dan sini saya mendapatkan jawaban bahwa ‘Aji ne diri ono ing lathi’ bermakna ‘keunggulan diri ada di lidah’ atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa harga diri seseorang sangat tergantung kepada kata-kata yang diucapakannya. Sedangkan, ‘aji ne raga ono ing busono’ bermakna ‘keunggulan penampilan fisik ada pada busana’ atau dalam kalimat yang lebih lengkap dapat dikatakan bahwa kecantikan atau ketampanan seseorang tergantung kepada pakaian yang dikenakannya.

Saya tidak begitu tertarik kepada kata-kata yang kedua karena sesungguhnya tulisan ini lebih kepada pengingat bagi saya khususnya dan teman-teman pembaca catatan ini bahwa semua kata-kata yang kita ucapkan sangat menentukan citra diri kita. Kata-kata ini tentu saja dapat berupa teks tertulis maupun ucapan lisan.

Saya ingat pepatah lain ‘mulutmu harimaumu’…

Sudah lama sekali pepatah ini saya peroleh dari para guru dannorang tua di dalam proses pendidikan yang saya terima. Pepatah itu seakan terlupakan sejenak. Di era teknologi ini dimana setiap orang dapat menyebarluaskan ucapan atau tulisannya melalui media sosial, website, blog, twitter, bahkan media lain yang dimiliki instansi yang biasa digunakan untuk berkomunikasi antar karyawan…pepatah tersebut tiba-tiba mendesak menyeruak muncul di kepala saya… Pepatah tersebut di atas menjadi amat penting untuk diingat lagi.

Media komunikasi IT dapat menjadi beranda bagi citra diri seseorang. Segala tulisan dan foto yang kita sajikan dapat menjadi potret dari diri seseorang… Berhati-hati di dalam mempublikasikan menjadi bijak apalagi pesan yang dituliskan mengandung pesan bermuatan negatif mengenai seseorang.. Kata-katamu adalah harimaumu yang mungkin siap menerkammu bahkan siapa saja yang membacanya…

 

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply