May 30 2010

Belajar dari Pak Min

Published by at 11:41 am under Life Skills

Liburan panjang akhir pekan ini saya habiskan di Kaliurang bersama Tim Titian Foundation dan Bapak/Ibu Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMP Negeri 1 Bayat. Berikut catatan yang sengaja saya kompilasikan dari milist TitianFoundation mengenai seorang Pak Min.

Siapa dan Mengapa Pak Min?
Pak Min yang bernama lengkap Sudarmin adalah seorang pria paruh baya. Sehari-hari, ia bekerja sebagai tenaga pembersih atau lebih sering dikenal dengan sebutan pak Bon atau pesuruh, bahkan ada juga yang menyebutnya sebagai OB, di SMPN1 Banyuripan Bayat. Kemarin pak Min ikut didalam daftar peserta Workshop Pengembangan Sekolah SMPN1 Banyuripan, yang diadakan 2 hari di Kaliurang..  Workshop ini memang dirancang untuk diikuti oleh segenap warga sekolah karena workshop ini bertujuan merembug arah pengembangan ke depan sekolah ini.

Pada workshop hari pertama, semua warga sekolah diajak membangun dan merumuskan mimpi mereka mengenai sekolah ini. Teknisnya, ke enampuluh peserta dibagi menjadi enam kelompok kemudian masing-masing akan mempresentasikan hasil karya mereka di kelas besar. Salah satu presenter yang menarik perhatian adalah Pak Min, yang saat itu menjadi wakil kelompok 6 mempresentasikan hasil diskusi mengenai usulan visi  SMPN 1 kedepan..

Dengan gayanya yang khas, dan meyakinkan pak Min menjelaskan usulan visi SMPN1 – menjadi Sekolah unggul pada tingkat nasional … dst.. Oleh karena cita-cita sekolah akan menjadi yang unggul di tingkat nasional, maka guru-guru harus menguasai “didaktik metodik” … dst.. Tak heran jika presentasi Pak Min ini disambut dengan tepuk tangan dari peserta lain..

Pada saat mendengarkan presentasi itu, saya belum mengetahui siapakah sebenarnya Pak Min ini. Rasa heran memuncak seketika mendengar sambutan dari semua hadirin… Terus terang saya amat terpukau dengan presentasi yang walaupun disampaikan dengan kata-kata yang amat sederhana tetapi amat mengena.. Ketika Pak Min selesai menyampaikan presentasinya, Bu Astuti yang nampaknya menangkap isyarat ketidaktahuan saya membisikkan bahwa pak Min adalah pak bon yang lulusan Sekolah Dasar..

Saya lupa mengenai kata apa yang saya ucapkan saat itu. Yang saya ingat:

Subhanallah,
Alhamdulillah…
Tuhan telah mengirimkan seorang pak Min
Untuk mengetuk hati nurani,
Membakar motivasi,
Setiap warga sekolah ini, dan tentu saja
Kami semua untuk terus belajar…

Gebrakan Pak Min tidak berhenti sampai di sini. Seakan terbakar semangat, malam harinya – setelah diskusi kelompok mengenai Misi sekolah – kembali pak Min mewakili kelompoknya untuk presentasi..  Salah satu petikan dari presentasinya yang dituliskan di email oleh Bu Astuti sebagai “fenomenal”  adalah sbb:

Siswa-siswa harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. tapi tidak hanya siswa, gurupun harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seperti contohnya dalam ilmu geografi – ada Heliocentrism– dulu kita mengetahui bahwa bumi berputar mengelilingi matahari – matahari sebagai pusat. ternyata kemudian diketahui bahwa matahari mengelilingi galaksi – dan galaksi berputar mengelilingi lubang hitam (black hole).. Jadi guru yang mengajar geografi harus tau perkembangan yang terjadi ..dst..dst
…. guru harusnya mendidik, tidak hanya mengajar…. dst .. dst

Saya terperangah sambil berkali-kali memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah mengirimkan seorang pencerah.. Subhanallah…

Siapakah Pak Min?
Gogon menuliskan di salah satu emailnya, bahwa Pak Min berasal dari Trenggalek Jawa Timur. Ia adalah seorang pria yang gigih penuh motivasi, mencintai isteri dan anak-anaknya. Menurut Anita, di SMP Bayat ini pak Min sangat rajin mengunjungi perpustakaan. Dia sangat rajin browsing internet utk mengupdate pengetahuannya. Beliau juga salah satu peminjam buku pertama… kalau beliau tau ada buku baru biasanya beliau akan bersegera menyusul ke perpustakaan…

Terima kasih Pak Min,
Saya jadi malu
karena sering tidak rajin membaca
tidak rajin meng update ilmu…

6 responses so far

6 Responses to “Belajar dari Pak Min”

  1. cahyaon 01 Jun 2010 at 1:17 am

    two thumbs for Pak Min.. =)

    like it Mom…

    (jadi pengen ke Bayan itu…)

  2. naningon 22 Sep 2010 at 12:09 am

    apa kabar, ibu?

    pak min memang luar biasa kok,bu. cerminan orang yang jujur, sederhana, amanah, dan rendah hati. beliau juga suka “berbagi” di tengah “keterbatasannya….”

  3. Neilaon 22 Sep 2010 at 11:03 am

    Hi Naning,
    kabar baik. Salam hormat untuk Pak Mien ya..

  4. naningon 27 Oct 2010 at 12:22 pm

    nggih,buk. insyallah disampaikan…. 😉

  5. edoon 03 Jun 2012 at 7:23 am

    Tak disangka PAk Min
    🙂

    salutt

  6. marjokoon 01 Apr 2013 at 6:29 am

    sayang sekali pak min …..dah pergi……
    dan……mencari tempat baru…nya
    di Jawa Timur

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply