May 11 2010

Meraih Sekolah Favorit: Mengapa?

Published by at 9:42 am under Opinion

‘Saya cemas menghadapi tahun ajaran ini karena si Bungsu nilainya pas-pas an’, begitulah ujar Indri teman saya. Indri seorang ibu dari tiga anak, laki-laki semua. Putra pertama Indri saat ini mulai masuk Universitas negeri ternama, sudah dinyatakan diterima melalui jalur khusus. Putra keduanya kelas 2 di sebuah SMP favorit di kota ini, sedangkan si Bungsu Irfan saat ini lulus SD dengan nilai (menurut Indri) pas-pas an sehingga Indri amat bingung karena khawatir Irfan tidak dapat masuk di sekolah favorit sebagaimana kakak-kakaknya.

Mengapa sebuah sekolah menjadi favorit?
Pertanyaan ini dilontarkan anak laki-laki saya kira-kira 6 tahun lalu. Ketika itu, ia lulus ujian SMP Negeri pinggiran yang tidak favorit. Ia heran mengapa semua orang tua membicarakan sekolah favorit. Bukankah semua sekolah itu harusnya favorit bagi anak-anak? Begitulah celotehnya.

Anak saya menghabiskan masa sekolah dasar hingga kelas 7 (identik dengan kelas 1 SMP) di Inggris. Ia hanya mengenal sistem yang sama di semua sekolah. Ia tidak pernah mendengar kedua orang tuanya memperbincangkan mana sekolah favorit dan mana pula sekolah yang tidak favorit. Sayapun sebagai orang tua tidak pernah mau menyibukkan diri dan tidak pernah sempat membahas masalah ini sampai akhirnya kami pulang ke tanah air tercinta ini. Di sini anak-anak harus mencari sekolah yang terbaik karena ternyata banyak sekolah yang (menurut cerita orang kebanyakan) tidak dikelola dengan baik. Lebih sedih lagi sekolah-sekolah tersebut tidak memiliki guru-guru yang memiliki dedikasi kepada dunia pendidikan. Sejak saat itu sayapun akhirnya mulai berpikir untuk mencarikan sekolah terbaik untuk anak-anak sampai akhirnya anak laki-laki saya meneriakkan protes tersebut.

Cerita itu telah berlalu bertahun-tahun lalu.
Kerisauan para orang tua mengenai sekolah mana yang terbaik masih saja terdengar.
Jauh-jauh hari para orang tua sibuk mencarikan tempat belajar tambahan agar anaknya dapat mengejar nilai tertinggi sebagai syarat masuk sekolah lanjutan yang favorit.
Apakah favorit itu sama artinya dengan terbaik?
Saya sendiri tidak dapat menjawab dengan pasti.

Ada yang mau berbagi?
Mengapa para orang tua rebutan memfavoritkan sebuah sekolah
kemudian berusaha
sekuat tenaga,
mengumpulkan biaya
untuk membiayai anak-anaknya sekolah
di sekolah favorit
dengan biaya selangit…

5 responses so far

5 Responses to “Meraih Sekolah Favorit: Mengapa?”

  1. nhiraon 11 May 2010 at 10:45 am

    Sekarang sepertinya sekolah bukan cuma diartikan tempat anak-anak mendapatkan pengajaran dan pendidikan bu. Sekarang seperti ada pergeseran arti sekolah sebagai label “seberapa berkualitas anak anda?”.

    entah mungkin karena masyarakat indonesia yang cenderung menggeneralisasikan segala sesuatunya atau karena orang indonesia menempatkan prestige di level tertinggi dalam kehidupan sosial mereka atau memang karena begitu besarnya cinta orang tua pada anak ya bu? sehingga selalu ingin mendapatkan yang terbaik bagi anak-anaknya?

  2. suparnojumaron 25 May 2010 at 10:48 pm

    Bu, ini kunjungan pertama saya, jujur … sebagai orang tua saya juga sedih, tak mampukah pemerintah, swasta dan masyarakat saling dukung dalam menyediakan sekolah-sekolah yang unggul? sehingga setiap sekolah negeri A karena standar tertentu biayanya jadi mahal, pun dengan sekolah swasta.

    Sekolah telah sama dengan komoditas yang di perjual belikan. Hukum permintaan dan penawaran telah menyelinap masuk.

    Salam,

  3. Neilaon 26 May 2010 at 5:03 am

    Nhira dan pak Suparno, betul sekali. Nampaknya yang membuat sekolah menjadi favorit atau tidak itu juga adalah para orang tua juga khan?? Padahal cari sekolah untuk anaknya, yang bingung ya mereka juga ya??? Lebih sedih lagi, beberapa guru seringkali terperangkap utk mengejar status sekolah daripada meningkatkan kualitas pembelajaran khan?

  4. tiknoon 29 Jul 2010 at 2:35 pm

    Tidak ada salahnya jika orang tua ingin anaknya menimba ilmu di sekolah favorit. Itu keinginan yang alamiah dg harapan agar anaknya punya probabilitas yang lebih besar dalam melamar pekerjaan.

    Yang jarang dipikirkan oleh orang tua adalah (dan ini yang paling penting) bagaimana mendidik / mengarahkan anak agar sukses dalam mengarungi kehidupannya. Sukses di bidang akademis bukan berarti akan otomatis sukses dalam hidupnya.

  5. arifon 24 Oct 2011 at 10:30 am

    saya rasa semua orang tua berharab anaknya mendapatkan sekolah yang bertanggung jawab dalam mengantarkannya menuju kedewasaannya, nilai tanggung jawab melalui kedisiplin / agama , pembiasaan di sekolah akan membentuk kebribadian anak dikemudian harinya, bayangkan fenomena remaja kita sekarng ini, tawuran, balapan liar, pacaran bahkan sampai hamil cepat, narkoba , itu menular pada keluarga kita . Ternyata fenomena ini terjadi juga pada anak-anak yang kuliah juga ( sebagai agen of cheng ) ini sudah salah…., jadi sekolah yang difaforitkan harus mampu menjawab fenomena negatif sebagaimana diatas selain cerdas akademiknya.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply