Dec 30 2009

Plagiarism

Published by at 9:03 am under Courses

Aduhhh…

Mengisi kegiatan akhir tahun dengan koreksi dan rekap ujian mahasiswa. Dan betapa menjengkelkan karena ternyata ada dua mahasiswa menuliskan hal yang sama pada ketiga jawaban dari 5 soal… yang saya berikan untuk take home exam. Jengkel, mangkel, sebel, dan geleng-geleng kepala .. kok bisa gitu lho??? Probabilitas ada dua mahasiswa yang menjawab persis sama pada ke-3 dari 5 soal itu berapa ya??

Plagiarism: apakah itu?

Saya baca di wikipedia, plagiarism adalah perbuatan menggunakan atau menirukan atau menjiplak pemikiran orang lain kemudian mengakui karya tersebut sebagai miliknya. Dalam kasus mahasiswa yang saya sebutkan di atas, mereka memberikan dua jawaban sebagai karya mereka sendiri sedangkan tiga jawaban lainnya sama persis. Saya tidak dapat menentukan siapa pemilik karya asli, yang jelas minimal salah satu diantara mereka telah melakukan penjiplakan. Kenapa saya katakan minimal? Saya sendiri gak tahu apakah salah satu dari mereka berdua yang mengerjakan jawaban ujian itu.

Di dalam dunia pendidikan, perbuatan mencontek atau plagiarism ini adalah ketidak jujuran akademik. Perbuatan ini dapat dilakukan siapa saja, yang jelas mereka adalah orang-orang yang tidak jujur. Hukumannya? Di dalam Perguruan Tinggi ada yang dinamakan Komisi Etik yang bertugas menghadapi pelaku perbuatan ini. Semua serahkan saja kepada mereka karena mereka sudah diberi mandat untuk melakukan mulai dari penyidikan hingga (jika terbukti) memberi sanksi.

9 responses so far

9 Responses to “Plagiarism”

  1. Edih Supardion 10 Jan 2010 at 9:41 pm

    Gak boleh sebel,jengkel dll bu. ditulah kearifan seorang guru dituntut, mungkin kita harus instrospeksi ato ada yg salah dalam mendidik, melatih dll terhadap siswa/mahasiswa tsb. sy doakan ya Allah berilah kelapangan buat ibu Neila dalam mencerdaskan siswa2nya tsb, amin

  2. Neilaon 18 Jan 2010 at 10:34 am

    ho oh ho pak Edih.. gak boleh tanya siapa yang salah ya?? Gerakan berantas plagiat.. he he

  3. Tristanon 26 Jan 2010 at 3:15 am

    Barangkali itu hasil kerja bersama di kamar kos jadi memang karya bersama, bukankah kita diajarkan untuk berpositif thinking. Jgn dipersepsi negatif dulu, kalo mau membuktikan ya dibuktikan secara hukum(komisi etik). Tugas akademisi memastikan & menjadi lingkungan mjd idealis, sampai batas sejauh2nya. Termasuk proses kita/manusia dlm mencapai mimpi kita. Apakah kita memilih idealis atau pragmatis apatis dlm mewujudkan cita2 kita?

  4. reraon 13 Apr 2010 at 6:22 am

    sepertinya plagiarisme semakin merajalela saja, sebaiknya setiapkarya dipasang di web saja..hanya usul..

  5. niezaon 30 Apr 2010 at 1:12 am

    Hem…y begitulah mahasiswa bu…tapi lebih baik mereka diperingatkan gar mereka tidak contekan lagi…hehehe….
    🙂

  6. peno suryantoon 27 Jul 2010 at 11:00 pm

    plagiarism emang mulai dari jaman sebelum masehi yaitu di kebudayaan cina.
    Jika ingin meneliti tentang plagiarism/plagiat/ lebih luas lagi tentang education cheat saya mau gabung, karena pada semester 4 dulu saya pernah latihan meneliti dan membahas masalah itu.

  7. Alalammon 17 Sep 2010 at 5:34 am

    plagiarisme mmg tdak lepas dari sifat manusia yaitu suka meniru homo mimensis. jd masalahnya mimensis (meniru) adalah hasrat yg mendasari tindak plagiarisme. dan solusinya kita harus jeli jeli dalam memberikan referensi untuk mencegah terjadinya kasus plagiarisme.

  8. echa karmaylaon 01 May 2013 at 4:24 am

    Bukan meniru hanya saja kenapa Soerang dosen selalu memerintahkan tugas tanpa melihat latar balakang mahasiswanya. Mengenali kepribadian mahasiswa, ini juga bisa menjadi motivator tersendiri bagi kami akademisi. Ada perintah. Ada Prosedur pemahaman penyelesaian masalah.

  9. Neilaon 02 May 2013 at 9:13 pm

    Dosen (guru) memberikan tugas atau memberi soal ujian memang perlu mempelajari tingkat perkembangan kepribadian seusia mahasiswa (muridnya). Demikian pula standar kompetensi yang harus dicapai disesuaikan dengan metode pembelajaran di kelas. Dalam kasus di atas, soal yang diberikan di dalam ujian sudah dibuat sesuai dengan kedua hal tersebut, mahasiswa menjawab dengan cara copy paste pekerjaan temannya. Itulah yang membuat dosennya sedih… Ini problem mendasar dan nampaknya tidak betul-betul berkaitan dengan yang dinamakan ‘homo nimemnsis’ tetapi nampaknya lebih cenderung ke mengendurnya tata nila tanggung jawab dan harga diri sehingga melemahkan peran dirinya dan menyerahkan peran itu kepada orang lain..

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply