Nov 05 2009

Istanbul: aneka warna aneka gaya aneka budaya

Published by at 10:52 am under Leisure

Mumpung sedang berada di kawasan Balkan, saya sempatkan mampir di sebuah kota unik Istanbul. Internet menyatakan bahwa Istanbul adalah Cultural Capital of Europe. Mengapa demikian?

Banyak sekali alasan yang semakin membuat kota Istanbul ini pantas untuk dijadikan ibu kota kebudayaan bagi benua eropa. Banyak juga alasan mengapa saya tertarik dan memaksakan diri untuk mampir di kota ini. Betapa tidak kota ini penuh dengan cerita sejarah. Perpaduan antara Eropa dan Asia. Perpaduan juga antara budaya barat dan timur. Ada Hagia Sofia dan ada Blue Mosque yang sangat sohor itu.

Dinamakan Blue Mosque karena dinding mesjid ini penuh dengan hand made tile berwarna biru cuaaantiik sekali. Keramik-keramik biru cemerlang yang penuh dengan ukiran indah karya tangan-tangan para seniman di kala itu. Sayangnya sebagian dari keramik itu sudah rusak oleh ulah tangan manusia yang nampaknya tidak suka melihat keindahan itu. Sayangnya lagi kameraku gak cukup punya kemampuan memotret keramik biru tersebut karena cahaya di dalam mesjid biru ini seakan temaram.

Agak beda dengan Hagia Sofia, yang posisinya tepat di seberang Blue Mosque. Dahulu kala Hagia Sofia ini adalah sebuah gereja kathedral Bizantium yang amat berwibawa yang dibangun oleh putera Konstantin Yang Agung. Setelah beralih konstantinopel ditaklukkan oleh Sultan Mahmed II yang beragama Islam, gereja megah dengan arsitektur kubah nan besar ini dialih fungsikan menjadi mesjid gagah yang dijadikan tempat umat islam bersembahyang.

Bayangkan saja, di dalam Hagia Sofia ini ada gambar lukisan Jesus Kristus di sebelahnya ada tulisan kaligrafi raksasa bertuliskan Allah bertinta emas. Lho kenapa begitu? Semenjak 1937, pemandu wisata yang menemanin saya menceritakan bahwa Mustafa Kemal Attaturk mengubah Hagia Sofia ini menjadi sebuah Museum, makanya gambar Jesus Kristus yang tadinya pada masa Sultan Mehmed II ditutupi dengan kaligrafi keislaman dikembalikan ke bentuk semua dengan cara mengkerok (wah ini bahasanya apa ya yang tepat = dihapus sehingga keluar bentuk aslinya) ada pada porselen tersebut tetap dibiarakan berdampingan dengan kaligrafi Allah. Kedua simbol tersebut menjadi sejarah bahwa kedua mahluk beragama pernah bersujud di bangunan berkubah sepanjang 30 meter ini.

Saya tertegun.. Allahu Akbar.. apakah museum ini dapat dijadikan simbol perdamaian sehingga pertikaian antar agama sesungguhnya tidak perlu terjadi di muka bumi ini?

5 responses so far

5 Responses to “Istanbul: aneka warna aneka gaya aneka budaya”

  1. Oetamion 09 Nov 2009 at 9:52 pm

    Neila, melihat gambar dan cerita….saya percaya sebenarnya kalau setiap orang mau belajar dari sejarah pasti akan mudah untuk saling menghargai dan membangun kedamaiann di bumi ini.

  2. Neilaon 10 Nov 2009 at 12:55 am

    Utik, terima kasih untuk komennya ya. Cyber tes nya saya gunakan untuk riset. Tapi dah selesai, Rencana akan saya buka untuk umum awal Desember nanti. Apakah Utik minat pake untuk riset?? Boleh lhoo, nanti kita bisa diskusi mengenai hasilnya.

  3. Yudion 06 Dec 2009 at 8:42 am

    menarik sekali membaca setiap sisi tentang istanbul dan turkey pada umumnya. posting kota2 lain juga ya di turkey

  4. […] ketiga kalinya saya ke Istanbul. Kunjungan pertama saya sempat bercerita di posting saya ‘Istanbul: aneka warna aneka gaya aneka budaya‘.  Sebuah kota yang tidak pernah puas untuk dinikmati. Allah SWT telah memberikan […]

  5. zayyanon 28 Aug 2014 at 10:16 am

    mau tau makanan khas sama tradisi masyarakatnyaa 😀 btw makasih infonya

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply