Nov 02 2009

Menyusuri ‘Sofia’ kota penuh legenda

Published by at 1:18 pm under Leisure

Seingat saya nilai untuk pelajaran sejarah (baik sejarah nasional maupun sejarah dunia) yang saya peroleh tidak begitu bagus. Gak tahu juga kenapa? Apakah karena saya memang bukan tipe yang suka mengingat-ingat sesuatu? atau karena pelajaran sejarah pada jaman saya sekolah itu memang mendapat tempat yang tidak sejaya matematika? Atau karena pelajaran sejarah dulu yang saya terima tidak disertai multimnedia??

Nampaknya saya cenderung memilih yang terakhir ini sebagai salah satu sebab mengapa mata pelajaran sejarah itu tidak mendapat tempat di hati saya. Buktinya? Beberapa kali dapat kesempatan jalan-jalan menyaksikan sendiri situs dan puing-puing Victoria sekitar sepuluh tahun lalu.. kemudian tempat-tempat bersejarah yang menjadi saksi perjuangan Nabi besar Muhammas SAW… sampai akhirnya yang baru saja saya kunjungin puing-puing Bizantiane, Justinian, Ottoman.. sampai the Blue Mosque nya Sultan Ahmet.. wah kok saya tertarik sekali e kayaknya mendengarkan celoteh gadis pemandu wisata yang menemani saya.

Dua puluh sembilan bulan Oktober dua ribu sembilan lalu saya mendarat di Sofia Airport untuk suatu konferensi yang bernama Sout-East European Regional Conference on Psychology di Sofia University Bulgaria. Tempat konferensi adalah sebuah universitas yang gedungnya didirikan pada periode 1924-1934 (lebih tua dari UGM ya..) sedangkan universitas ini sudah berdiri semnejak 1888 (wah lagi-lagi lebih tua dari UGM ya..). Begitu masuk ke bangunan ini.. waww serem e kayak yang ada di film vampire itu lho. Pilarnya besar-besar berwarna emas tua dengan jendela kayu yang besar, tebal, dan warna gelap..

Di sela-sela konferensi, saya sempatkan menyusuri kota Sofia dengan ditemani pemandu wisata yang memang sudah disediakan oleh penyelenggara.

Kesan saya? Kota penuh legenda terutama sejarah perkembangan agama katolik atau lebih te

patnya orang Bulgaria mengatakan Bulgaria Orthodok. Sebagian besar tempat bersejarah itu adalah gedung kuno bernama gereja. Buanyaaaakkk sekali gereja kuno penuh dengan lukisan yang antik menceritakan mengenai perjuangan Jesus Kristus. Salah satu yang lokasinya dekat dengan Sofia University dan juga persis di depan Hotel Radisson Blu tempat saya nginap adalah Alexander Catedhral. Coba saja lihak link tersebut, fotonya persis kan dengan foto yang saya ambil… artinya: gereja tua ini bukan cuma sekedar lukisan, dia emang ada dan tetap aktif digunakan.

Waktu saya masuk ke Katedral Alexander ini, rasanya serem atau mungkin lebih tepatnya khidmat sekali. Dari luar bentuknya rada-rada kayak mesjid khan? Itulah ciri khas bangunan dari daerah Balkan. Bentuk mesjid dan gereja gak beda.

Tapi kalau lihat bangunan mesjid Turki agak beda gayanya. Coba saja anda perhatikan. Bagunannya khas dengan menara tinggi tinggi serta bulan sabit di pucuk menara.Ini sebetulnya yang akhir-akhir ini mulai banyak ditiru, desain bangunan mesjid khas Turki yang menonjolkan menara-menara dengan ujung bulan sabit. Wah jadi inget mesjid Nabawi di Medina deh.. indaaaaahhh sekali. Nanti di postingan berikut saya pingin (semoga sempat dan semoga inget he he ) nostalgia cerita perjalanan spiritual yang saya lakukan tahun lalu bersama dengan suami dan ibunda tercinta.

Nah salah satu peninggalan yang tersisa dari perang Balkan adalah sebuah mesjid yang lokasinya di tengah kota. Kata Maria, si pemandu mesjid ini saat ini adalah satu-satunya mesjid yang tertinggal di Sofia. Dulunya ada delapan’, tutur Maria. Lha lainnya pada kemana? ternyata semua hancur akibat perang dan bencana lainnya.Coba aja deh cermati gambar ini.

Untuk membandingkan keduanya, foto mesjid di kota Sofia ini dengan katedral alexander tersebut. Mirip khan?? Rasanya sulit membedakan mesjid atau gereja? Kalau gak bisa membedakan, yah lihat aja yang gambar mesjid adalah gambar yang ada foto modelnya di depan itu hehehe..

2 responses so far

2 Responses to “Menyusuri ‘Sofia’ kota penuh legenda”

  1. Oetamion 09 Nov 2009 at 10:07 pm

    Sekalipun katanya kedinginan, cantik juga posemu..Neila. Dengan jalan-jalan samibil ikut course ternyata dapat pemahaman sejarah yang konkrit ya. Kalau saya tahun 2006 yll jalan-jalan di Belfast-Irlandia, yang banyak saya lihat dan temui malah banyak gereja-gereja yang sudah beralih fungsi… jadi kafe, museum, atau tempat bisnis….

    Kapan ya kalau ada info course atau konferensi internasional di luar, boleh dong di-share. Terima kasih cerita dan fotonya yang menarik, membuat saya pengin jalan-jalan lagi.

  2. reraon 13 Apr 2010 at 6:29 am

    terimakasih atas artikel menariknya..

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply