May 09 2009

Label: jangan disalah gunakan

Published by at 10:49 pm under Opinion

Setiap pagi, seperti biasa saya membuka dan membaca email yang datang dari berbagai penjuru dunia.Satu surat yang saya baca dari ibu Dyah Puspita, salah satu member mailist puterakembara.org berisi ‘ajakan’ bahkan dapat dikatakan dengan ‘teriakan’ untuk tidak berkelanjutan menyalah gunakan istilah ‘autis’ di dalam berbagai media. Dikutip didalam email tersebut bahwa salah satu tabloid ibukota (namanya belum akan saya cantumkan sebelum saya sendiri membacanya) bahwa istilah autis digunakan untuk menganalogikan sikap hidup pengguna Blackberry..

Labelling memang dapat membahayakan, itulah yang terlintas dalam benak saya. Bagaimana tidak? Label ini diberikan kepada seseorang untuk menggambarkan perilakunya. Oleh karena itu label dapat positif tetapi dapat pula negatif. Label positif, misalnya diberikan pada seorang anak yang sangat pandai dan dapat menyelesaikan berbagai persoalan keilmuan, diberi label anak Genius..Namun seringkali juga terjadi, Label ini diberikan kepada seseorang yang pernah mendapat diagnostik atau vonis tertentu. Misalnya seseorang yang didiagnostik kemudian mendapat tritmen sakit jiwa di rumah sakit jiwa sebagai orang gila. Seseorang lain yang pernah divonis melakukan korupsi diberi label sebagai koruptor..

Dengan demikian, label dapat mengarah kepada stigma yaitu pelabelan diberikan dalam rangka membedakan seseorang dengan orang lainnya.. bahkan seringkali dikonotasikan kepada hal-hal yang tidak menyenangkan bahkan tidak dapat diterima masyarakat.

Bagaimana dengan autis? Dalam salah satu tulisan saya pada May, 2008 autism ini adalah suatu kondisi seseorang (anak) yang terganggu jika berhubungan dengan orang lain. Dalam riset selanjutnya, tim kami juga menemukan bahwa kesulitas utama yang diamali anak autis adalah memelihara kontak mata dengan orang lain pada saat melakukan komunikasi interpersonal. Sehingga jelas sekali bahwa (individu) autis mengalami gangguan pada saat mereka berkomunikasi interpersonal. Di luar itu? Sebagian anak autis lainnya memperlihatkan prestasi gemilang di bidangnya. Sebut saja Temple Grandin yang merupakan seorang Doktor (Ph.D)  dari University of Illinois di Urbana-Champaign (1989). DI Indonesia, sebut saja misalnya Oscar Dompaz berhasil meraih Sarjana Pendidikan pada Januari 2007 dan mendapatkan award dari MURI atas prestasi luar biasa yang ditunjukkan olehnya.

Sehingga akhirnya sayapun sangat memahami beribu orang tua berteriak STOP penyalah gunaan kata autis untuk hal-hal yang bersifat labelling. Autisme tidak selalu berkonotasi negatif, sehingga mereka juga mempunyai hak hidup yang sama di dalam masyarakat tanpa harus merasa terkucil karena kelemahannya dalam berhubungan sosial ini. Bukankah banyak di antara orang yang merasa dirinya normal tetapi mengalami penyimpangan kehidupan sosial seperti misalnya korupsi, manipulasi… dan yang lainnya lagi yang jelas-jelas antisosial.

7 responses so far

7 Responses to “Label: jangan disalah gunakan”

  1. -==enterdie==-on 13 Sep 2009 at 5:36 am

    setuju dengn tulisan ibu’…

    pengalaman pribadi gara-gara saya susah bergaul dan susah pula tiap diajakin jalan sama temen-temen..ujung-ujungnya mereka melabeli saya AUTIS..:((

    sekalian pengen sedikit share sama ibu’ nech…apakah orang yang menyukai dan menikmati suatu kegiatan yang memang terkadang cukup menyita waktu dan jadi kurang peka dengan pergaulan apakah itu termasuk AUTIS??

    Mksh Ibu’..GOD BLESS…

  2. Neilaon 13 Sep 2009 at 11:12 am

    walah yah gak semudah itu dong. Mendiagnosis perlu asesmen yang menyeluruh lho.

  3. reraon 13 Apr 2010 at 6:34 am

    saya juga setuju…

  4. niezaon 30 Apr 2010 at 1:19 am

    siiip…betul itu

  5. Darth Darksiderson 29 Sep 2010 at 7:57 am

    Saya setuju soal ini,tapi saya paling benci sama orang yang gunakan kata “autis” untuk mengejek karena hanya orang yang pengetahuannya kurang yang bisa menggunakannya bahkan mereka tidak tahu sebenarnya dari gejala spektrum autis.

  6. Darth Darksiderson 29 Sep 2010 at 7:59 am

    Saya setuju soal ini,tapi saya paling benci sama orang yang gunakan kata “autis” untuk mengejek karena hanya orang yang tidak tahu yang bisa menggunakannya bahkan mereka tidak tahu sebenarnya dari gejala spektrum autis.

  7. Darth Darksiderson 29 Sep 2010 at 7:59 am

    setuju

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply