Mar
09
2010
Tadi siang, telpon saya berdering. DI seberang sana ada suara mas Wawan, seorang wartawan Kedaulatan Rakyat sebuah harian nomor satu di Yogyakarta. Mas Wawan dan temannya Dwi Astuti ini ngajak saya ngobrol-ngobrol mengenai maraknya reality show di televisi, misalnya Indonesia Idol dan Idola Cilik. Masih banyak sebetulnya idol-idol yang lain yang ditayangkan di media televisi kita.
Apa sebetulnya yang mendorong semakin banyaknya para orang tua memboyong putera dan puterinya bersaing di ajang Idola ini?
Saya juga sudah lama memerhatikan acara-acara seperti ini. Begitu banyaknya para orang tua, tidak hanya ibu dan bapak tetapi juga semua anggota keluarga yang dengan berbagai cara mempromosikan putera puterinya untuk mendapatkan jumlah sms terbanyak. Mengapa demikian? Apakah persaingan dengan cara ini dapat dikategorikan dengan persaingan yang sehat? Dengan membeli suara melalui sms?
Budaya Instan. Begitulah salah seorang senior saya menyebutkan penyebab utama perilaku ini. Dalam kamus bahasa gratis daring http://www.thefreedictionary.com/ instan ini diartikan dengan segera. Budaya instan adalah budaya segera, artinya budaya dimana pemiliknya menyukai segala sesuatu yang dapat diperoleh dengan segera. Ada juga yang menyatakan instan sebagai short cut atau jalan pintas.
Budaya instan ini menyebabkan orang mencari upaya untuk segera sampai ke jenjang popularitas. Tidak jarang jalan pintas dilakukan misalnya dengan menganjurkan sanak-saudara, rekan, tetangga untuk mengirimkan sms agar ia berhasil memenangi kontes tersebut. Cara ini dapat juga kita lihat terjadi di bidang-bidang lainnya. Betapa banyak anggota masyarakat tertentu yang memberi amplop berisi uang agar mereka mendapat suara terbanyak kemudian memenangi pemilihan-pemilihan tertentu???
Jan
27
2010
International Conference merupakan event yang dapat dijadikan ajang sharing informasi kegiatan akademik terkait riset bagi kalangan akademisi. Tahun Oktober 2009 lalu, saya sempat presentasi di dua events internasional, yaitu:
1. South East European Regional Conference on Psychology (SEERCP), 30 Oktober - 1 November 2009 di Sofia University di Bulgaria.Dalam conference ini saya mempresentasikan sebagian dari riset disertasi. Dengan paper yang berjudul ‘Factors influence Professors in using Email’, yang kemudian dimuat dalam Journal of Bulgarian Psychology Association.
2. Association of Asean Social Psychology (AASP) di New Delhi, 11-14 December 2009. Pada conference ini, saya mempresentasikan ‘Organizational Culture differences and Email Usage’.
Pada tahun 2010 ini, akan ada beberapa events ilmiah dan rekreatif yang dapat diikuti. Saya apply abstract pada:
1. International Conference on Applied Psychology, yang akan diselenggarakan di Melbourne pada bulan June 2010
2. Nordic Indonesia Studies Network’s 2nd Annual Workshop: Developing Indonesia pada 21-23 April 2010 di Copenhagen. Wah kok dah deket banget?? Abstract nya belum jadi deh…
3. International Conference on Educational Technology & Computer di Shanghai pada 22-24 June 2010.
4. International Conference for Indigenous and Cultural Psychology, di Yogyakarta pada 24-27 Juli 2010. Nah yang ini saya termasuk salah satu organizer yang ngurusin website, publikasi, dan cultural events.. Bagi yang minat, silah cek link tersebut dan silah join dan sampai ketemu di Yogya.
Tags: Add new tag
Dec
30
2009
Aduhhh…
Mengisi kegiatan akhir tahun dengan koreksi dan rekap ujian mahasiswa. Dan betapa menjengkelkan karena ternyata ada dua mahasiswa menuliskan hal yang sama pada ketiga jawaban dari 5 soal… yang saya berikan untuk take home exam. Jengkel, mangkel, sebel, dan geleng-geleng kepala .. kok bisa gitu lho??? Probabilitas ada dua mahasiswa yang menjawab persis sama pada ke-3 dari 5 soal itu berapa ya??
Plagiarism: apakah itu?
Saya baca di wikipedia, plagiarism adalah perbuatan menggunakan atau menirukan atau menjiplak pemikiran orang lain kemudian mengakui karya tersebut sebagai miliknya. Dalam kasus mahasiswa yang saya sebutkan di atas, mereka memberikan dua jawaban sebagai karya mereka sendiri sedangkan tiga jawaban lainnya sama persis. Saya tidak dapat menentukan siapa pemilik karya asli, yang jelas minimal salah satu diantara mereka telah melakukan penjiplakan. Kenapa saya katakan minimal? Saya sendiri gak tahu apakah salah satu dari mereka berdua yang mengerjakan jawaban ujian itu.
Di dalam dunia pendidikan, perbuatan mencontek atau plagiarism ini adalah ketidak jujuran akademik. Perbuatan ini dapat dilakukan siapa saja, yang jelas mereka adalah orang-orang yang tidak jujur. Hukumannya? Di dalam Perguruan Tinggi ada yang dinamakan Komisi Etik yang bertugas menghadapi pelaku perbuatan ini. Semua serahkan saja kepada mereka karena mereka sudah diberi mandat untuk melakukan mulai dari penyidikan hingga (jika terbukti) memberi sanksi.
Dec
24
2009
Entah sudah berapa kali saya mendapat berita seperti ini.
Seseorang yang kita cintai, sayangi, dan hormati ‘pergi’ meninggalkan kita untuk selamanya. Pergi menghadap sang “khalik’.
Pagi kemaren, selesai menguji tesis di kampus MM UGM di Mbarek saya dikejutkan oleh sebuah sms yang diawali dengan pesan ‘Innalillahi wa inna ilaihi roji’un… dst.. ‘. Pada saat kursor saya gerakkan ke bawah untuk melanjutkan membaca berita, betapa terkejutnya saya karena yang diberitakan meninggal itu adalah seorang guru, bapak, dan teman kerja yang sangat saya segani. Beliau adalah Bapak Sugiyanto, co promotor riset disertasi saya.
Continue Reading »
Dec
21
2009
Tiga February dua ribu tujuh atau tepatnya dua tahun sepuluh bulan lalu saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan pada Program Doktor Fakultas Psikologi UGM. Ini yang namanya krentek datang setelah lama menghilang.

Dengan tekad yang tiba-tiba datang segunung, saya mulai atur strategi untuk menjalani sekolah ini dengan sebaik-baiknya dan secepat-cepatnya. Wah, agak gemeter juga pada waktu saya memproklamirkan untuk sekolah baik dan sekolah cepat. Bagaimana tidak? Berbagai projek sudah terlanjur ditandatangani, aktivitas sosial dengan Titian Foundation sudah semakin kucintai, dan sejumlah komitmen lain baik mengajar di S1 dan MM serta tentunya eWorld HRD yang dengan susah payah kulahirkan. Tapi yang namanya krentek gak boleh ditunda, sekali datang harus segera direspon dan dihadapi.
Continue Reading »
Dec
20
2009
Duluuuuu sekali waktu masih SMP, saya sering mendengarkan guru sejarah favorit saya (namanya bu Yeni) bercerita tentang kemasyhuran syah Jehan (kalau saya cek di buku namanya adalah Shah Jahan) yang memerintahkan rakyatnya untuk membangun mausoleum (makam) untuk istri tercintanya Mumtaz ul Zamani (atau lebih terkenal dengan nama Mumtaz Mahal). Waktu mendengar cerita bu Yeni ini, saya membayangkan musoleum itu seperti layaknya makam yang ada di Indonesia. Tetapi begitu melihat fotonya di berbagai buku yang kubaca, apalagi setelah ada Internet, saya lihat foto dan video Taj Mahal ini megah sekali dan sangat berbeda dengan bayangan saya mengenai sebuah makam.
Continue Reading »
Nov
05
2009
Mumpung sedang berada di kawasan Balkan, saya sempatkan mampir di sebuah kota unik Istanbul. Internet menyatakan bahwa Istanbul adalah Cultural Capital of Europe. Mengapa demikian?
Banyak sekali alasan yang semakin membuat kota Istanbul ini pantas untuk dijadikan ibu kota kebudayaan bagi benua eropa. Banyak juga alasan mengapa saya tertarik dan memaksakan diri untuk mampir di kota ini. Betapa tidak kota ini penuh dengan cerita sejarah. Perpaduan antara Eropa dan Asia. Perpaduan juga antara budaya barat dan timur. Ada Hagia Sofia dan ada Blue Mosque yang sangat sohor itu.

Dinamakan Blue Mosque karena dinding mesjid ini penuh dengan hand made tile berwarna biru cuaaantiik sekali. Keramik-keramik biru cemerlang yang penuh dengan ukiran indah karya tangan-tangan para seniman di kala itu. Sayangnya sebagian dari keramik itu sudah rusak oleh ulah tangan manusia yang nampaknya tidak suka melihat keindahan itu. Sayangnya lagi kameraku gak cukup punya kemampuan memotret keramik biru tersebut karena cahaya di dalam mesjid biru ini seakan temaram.
Continue Reading »
Nov
02
2009
Seingat saya nilai untuk pelajaran sejarah (baik sejarah nasional maupun sejarah dunia) yang saya peroleh tidak begitu bagus. Gak tahu juga kenapa? Apakah karena saya memang bukan tipe yang suka mengingat-ingat sesuatu? atau karena pelajaran sejarah pada jaman saya sekolah itu memang mendapat tempat yang tidak sejaya matematika? Atau karena pelajaran sejarah dulu yang saya terima tidak disertai multimnedia??
Nampaknya saya cenderung memilih yang terakhir ini sebagai salah satu sebab mengapa mata pelajaran sejarah itu tidak mendapat tempat di hati saya. Buktinya? Beberapa kali dapat kesempatan jalan-jalan menyaksikan sendiri situs dan puing-puing Victoria sekitar sepuluh tahun lalu.. kemudian tempat-tempat bersejarah yang menjadi saksi perjuangan Nabi besar Muhammas SAW… sampai akhirnya yang baru saja saya kunjungin puing-puing Bizantiane, Justinian, Ottoman.. sampai the Blue Mosque nya Sultan Ahmet.. wah kok saya tertarik sekali e kayaknya mendengarkan celoteh gadis pemandu wisata yang menemani saya.
Continue Reading »
Sep
13
2009
Agak sore, masih hari ini juga ada kelompok lainnya yang presentasi dengan topik ‘Group Dynamic’. Panjang lebar dijelaskan dengan sangat menarik mengenai mengapa orang berkelompok?
Ilustrasi menarik dikutip oleh Krietner & Kinicki (2008) mengenai studi yang dilakukan di AS. Diantara 1.400 manager dari 100 industri dan jasa, ditemukan 15 alasan mengapa para manajer mengalami kegagalan dalam menghadapi berbagai perubahan. Alasan yang tertinggi ratingnya adalah ‘ketidakmampuan dalam berkomunikasi’ dan ‘lemahnya dalam hubungan interpersonal dalam bekerja.
Sep
13
2009
Minggu Sep, 13 2009 saya nungguin mahasiswa MM kelas APEK 15-A presentasi. Topiknya tentang Improving Job Performance. Sambil nungguin presentasi yang makin lama makin menarik, saya jadi inget tentang salah satu teknik untuk meningkatkan job performance yang banyak sekali membuat beberapa pihak salah terima. Krietner & Kinicki (2008) mengutip hasil survey yang dilakukan Watson Wyatt Worldwide menuliskan bahwa:
‘.. 43% of employees feel they don’t get enough guidance to improve their performance’
Feedback diterjemahkan dengan umpan balik. Dinamakan umpan balik artinya feedback ini sebagaimana layaknya umpan berfungsi untuk mendapatkan sesuatu yang diharapkan. Ditambah menjadi umpan balik dimaksudkan agar orang yang melakukan tugasnya tersebut mendapatkan sesuatu yang dia harapkan. Dalam konteks pengembangan diri, umpan balik ini diberikan kepada seseorang yang melakukan tugasnya agar ia tahu bahwa tugas tersebut sudah dilaksanakan dengan tepat atau kurang tepat.
Tepat atau tidak tepat? bukankah ini bersifat subjektif? Tentu saja umpanbalik dapat objektif tidak selalu subjektif. Umpanbalik yang objektif sering juga disebut umpanbalik yang konstruktif. Umpanbalik yang subjektif disebut juga umpanbalik yang destruktif.
Berikutnya saya coba buat contoh umpanbalik yang destruktif dan juga bagaimana mengemukakan umpanbalik yang konstruktif. Setelah itu ada juga aturan main dari pemberian umpanbalik ini. Dan terakhir, apakah ada cara efektif menerima umpanbalik?